background

Maesa Update

Obat Sakit Gigi Anak: Apa yang Aman dan Kapan Harus ke Dokter?

Obat Sakit Gigi Anak: Apa yang Aman dan Kapan Harus ke Dokter?

Ketika anak mengeluh sakit gigi, orang tua tentu ingin segera membuat rasa sakitnya berkurang. Tidak jarang, pertanyaan yang langsung muncul adalah, “Obat sakit gigi anak yang aman apa, ya?”

Memberikan obat pereda nyeri memang dapat membantu anak merasa lebih nyaman untuk sementara. Namun, sakit gigi pada anak biasanya bukan masalah yang muncul tanpa penyebab. Gigi berlubang, infeksi, gigi yang mengalami benturan, hingga masalah pada gusi dapat menyebabkan rasa sakit.

Oleh karena itu, obat sebaiknya tidak dianggap sebagai solusi utama. Yang lebih penting adalah mengetahui penyebab sakit gigi dan mendapatkan perawatan yang sesuai.

Apa Obat Sakit Gigi Anak yang Bisa Digunakan?

Untuk nyeri gigi akut pada anak, obat pereda nyeri non-opioid seperti paracetamol (acetaminophen) atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen, termasuk pilihan yang digunakan untuk membantu mengatasi rasa sakit dalam jangka pendek.

Pedoman dari American Dental Association (ADA) menyebutkan bahwa paracetamol atau NSAID dapat digunakan sebagai pilihan awal untuk menangani nyeri gigi akut pada anak, termasuk ketika perawatan gigi belum bisa segera dilakukan.

Namun, bukan berarti semua anak dapat diberikan obat yang sama dengan dosis yang sama. Penggunaan obat perlu mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan, terutama karena dosis obat anak dapat berkaitan dengan usia, berat badan, kondisi kesehatan, dan jenis sediaan obat.

1. Paracetamol

Paracetamol merupakan salah satu obat yang umum digunakan untuk membantu meredakan nyeri dan demam pada anak.

Dalam konteks sakit gigi, paracetamol dapat menjadi pilihan ketika obat antiinflamasi nonsteroid tidak dapat digunakan. Namun, penggunaan tetap harus sesuai aturan dosis yang tepat untuk anak.

Orang tua juga perlu memperhatikan kandungan obat lain yang sedang dikonsumsi anak. Beberapa produk obat dapat mengandung paracetamol sehingga penggunaan bersamaan tanpa memperhatikan kandungannya dapat meningkatkan risiko kelebihan dosis.

2. Ibuprofen

Ibuprofen termasuk kelompok NSAID yang dapat membantu mengurangi rasa sakit sekaligus peradangan. Dalam pedoman penanganan nyeri gigi anak, ibuprofen menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi sakit gigi sementara sebelum anak mendapatkan perawatan definitif.

Namun, ibuprofen tidak selalu cocok untuk setiap anak. Kondisi kesehatan tertentu, riwayat alergi, obat lain yang sedang dikonsumsi, atau pertimbangan medis lainnya dapat memengaruhi pilihan obat.

Karena itu, jangan hanya mengikuti pengalaman orang lain ketika memberikan obat kepada anak.

Apakah Obat Sakit Gigi Bisa Menyembuhkan Gigi yang Sakit?

Tidak selalu.

Obat pereda nyeri pada dasarnya membantu mengendalikan rasa sakit. Jika penyebabnya adalah gigi berlubang yang sudah cukup dalam, misalnya, rasa sakit mungkin dapat berkurang setelah minum obat, tetapi masalah pada giginya tetap ada.

Hal yang sama berlaku jika sakit gigi disebabkan oleh infeksi atau masalah pada jaringan di dalam gigi. Anak tetap membutuhkan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan perawatan yang diperlukan.

Pedoman ADA untuk sakit gigi anak menekankan bahwa penggunaan obat tersebut merupakan penanganan sementara ketika perawatan gigi definitif belum tersedia, bukan pengganti perawatan gigi.

Jadi, jangan sampai anak terlihat sudah tidak mengeluh sakit lalu pemeriksaan gigi dibatalkan.

Jangan Sembarangan Memberikan Antibiotik

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah menganggap setiap sakit gigi membutuhkan antibiotik.

Padahal, antibiotik bukan obat penghilang sakit gigi biasa dan tidak diperlukan untuk sebagian besar kondisi nyeri gigi. Penanganan utama tetap bergantung pada penyebab masalah gigi tersebut.

Antibiotik juga bukan obat yang sebaiknya diberikan berdasarkan sisa resep sebelumnya atau rekomendasi dari orang lain. Jika anak mengalami tanda infeksi tertentu, dokter gigi dapat menentukan apakah antibiotik memang diperlukan sebagai bagian dari penanganan.

Kapan Anak yang Sakit Gigi Harus Dibawa ke Dokter Gigi?

Jika sakit gigi anak tidak kunjung membaik, berulang, atau semakin berat, sebaiknya jangan hanya mengandalkan obat pereda nyeri.

Pemeriksaan menjadi semakin penting jika anak mengalami:

  1. Gigi berlubang atau patah yang terlihat jelas
  2. Gusi bengkak
  3. Pipi atau area sekitar rahang membengkak
  4. Demam yang menyertai sakit gigi
  5. Keluar cairan atau nanah di sekitar gigi
  6. Anak sulit makan atau tidur karena nyeri
  7. Sakit gigi setelah mengalami benturan
  8. Nyeri yang terus muncul meskipun sudah diberikan obat pereda nyeri

Pada kondisi dengan pembengkakan wajah yang signifikan, kesulitan bernapas atau menelan, atau kondisi anak terlihat sangat lemas, diperlukan pertolongan medis segera.

Bagaimana Membantu Anak Saat Menunggu Pemeriksaan?

Sambil menunggu jadwal pemeriksaan, orang tua dapat membantu anak dengan beberapa langkah sederhana.

Pastikan anak tetap membersihkan giginya secara lembut agar plak tidak semakin menumpuk. Hindari memberikan makanan atau minuman yang terlalu manis jika justru membuat gigi semakin sakit. Makanan dengan suhu yang ekstrem, seperti terlalu panas atau terlalu dingin, juga dapat memicu rasa tidak nyaman pada gigi yang sensitif.

Yang paling penting, jangan memasukkan bahan atau obat tertentu langsung ke gigi yang sakit tanpa mengetahui keamanannya.

Jangan Tunggu Sakit Gigi Anak Semakin Parah

Memilih obat sakit gigi anak yang tepat memang dapat membantu mengurangi rasa nyeri untuk sementara. Namun, obat bukan berarti masalah giginya sudah selesai.

Jika sakit gigi disebabkan oleh gigi berlubang, infeksi, atau masalah lainnya, pemeriksaan oleh dokter gigi tetap diperlukan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Semakin cepat masalah gigi anak diperiksa, semakin besar peluang untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat. Karena itu, ketika anak mulai sering mengeluhkan sakit gigi, jangan hanya mengandalkan obat pereda nyeri.

Jika kamu ingin melakukan pemeriksaan gigi anak, kamu bisa datang ke Maesa Dental Clinic bersama dokter gigi profesional. Untuk mendapatkan berbagai tips dan edukasi kesehatan gigi lainnya, ikuti juga Instagram Maesa Dental di @maesadental.

Referensi

American Dental Association. (2023). New Guideline Details Dental Pain Management Strategies for Pediatric Patients. American Dental Association.

American Dental Association. (2023). Evidence-Based Clinical Practice Guideline for the Pharmacologic Management of Acute Dental Pain: Temporary Management of Toothache in Children With No Immediate Access to Definitive Dental Treatment.

American Academy of Pediatric Dentistry. (2026). Policy on Acute Pain Management in Pediatric Dentistry. The Reference Manual of Pediatric Dentistry.

American Academy of Pediatric Dentistry. (2026). Acute Pain Management for Pediatric Dental Patients.


Baca Artikel Lainnya: Sering Mengunyah di Satu Sisi? Ternyata Kebiasaan ini Bisa Berdampak Pada Kesehatan Gigi dan Mulut


Tersambung lebih dari
sekadar janji temu.

Smile Connect dan Mae Care Program adalah layanan pendampingan kesehatan gigi yang personal, hangat, dan profesional.Temui kami di hari terbaik untuk senyummu

SMILE CONNECT Maesa Dental Clinic | Klinik Gigi Terbaik

Smile Connect

Our expert strives to make each interaction with patients clear, concise, and inviting. Support the important work of Maesa Dental by making a much-needed donation today.


MAE CARE Maesa Dental Clinic | Klinik Gigi Terbaik

Mae Care

Our expert strives to make each interaction with patients clear, concise, and inviting. Support the important work of Maesa Dental by making a much-needed donation today.


Insurance Partners

Karena kesehatan dan keamanan Anda adalah prioritas kami, kami hadir bersama mitra asuransi terbaik untuk menjaga setiap langkah Anda.