Tahukah kamu bahwa dokter gigi terkadang menjadi tenaga kesehatan pertama yang menemukan tanda-tanda diabetes? Banyak orang mengira diabetes hanya berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi. Padahal, penyakit ini juga dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut, bahkan sebelum gejala lain dirasakan.
Menurut International Diabetes Federation (IDF), jutaan orang di dunia hidup dengan diabetes tanpa menyadari kondisinya. Salah satu alasannya adalah karena gejalanya sering muncul secara perlahan. Oleh karena itu, perubahan pada rongga mulut sebaiknya tidak dianggap sepele, karena bisa menjadi sinyal awal yang perlu diperhatikan.
Diabetes adalah penyakit yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah. Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, kondisi tersebut dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan memperlambat proses penyembuhan.
Akibatnya, bakteri di dalam mulut lebih mudah berkembang sehingga meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan gigi dan gusi. Bahkan, seseorang yang memiliki diabetes cenderung lebih rentan mengalami infeksi pada jaringan mulut dibandingkan orang dengan kadar gula darah normal.
Menurut American Diabetes Association (ADA), menjaga kesehatan mulut merupakan bagian penting dalam pengelolaan diabetes karena kesehatan gigi dan kadar gula darah saling memengaruhi.
Meskipun tidak semua orang dengan diabetes mengalami gejala yang sama, beberapa kondisi berikut cukup sering ditemukan.
Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah gusi yang tampak merah, bengkak, atau mudah berdarah saat menyikat gigi. Hal ini terjadi karena diabetes meningkatkan risiko peradangan pada jaringan gusi.
Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu infeksi gusi yang lebih serius.
Mulut yang terasa kering terus-menerus juga dapat menjadi salah satu tanda diabetes. Kondisi ini terjadi karena produksi air liur berkurang, sehingga mulut kehilangan pelindung alaminya terhadap bakteri.
Akibatnya, risiko gigi berlubang, bau mulut, dan infeksi jamur di rongga mulut menjadi lebih tinggi.
Bau mulut memang bisa disebabkan oleh banyak faktor. Namun, jika napas tidak sedap tetap muncul meskipun kamu sudah menjaga kebersihan gigi dengan baik, sebaiknya jangan diabaikan.
Pada beberapa kasus, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat memperburuk kondisi kesehatan mulut dan menyebabkan bau mulut yang menetap.
Normalnya, luka kecil di dalam mulut akan membaik dalam beberapa hari. Namun pada penderita diabetes, proses penyembuhan biasanya berlangsung lebih lambat karena aliran darah dan respons imun mengalami gangguan.
Jika sariawan atau luka di mulut tidak kunjung sembuh, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.
Ketika penyakit gusi berkembang menjadi lebih parah, jaringan dan tulang penyangga gigi dapat mengalami kerusakan. Akibatnya, gigi terasa longgar atau bahkan berisiko tanggal meskipun tidak mengalami benturan.
Jawabannya tentu tidak.
Gusi berdarah, bau mulut, atau mulut kering juga bisa disebabkan oleh kebersihan mulut yang kurang baik, kebiasaan merokok, efek samping obat-obatan tertentu, hingga kondisi medis lainnya.
Namun, jika beberapa gejala tersebut muncul bersamaan, berlangsung cukup lama, atau disertai keluhan lain seperti sering haus, sering buang air kecil, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, dan mudah lelah, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan gigi secara rutin tidak hanya bertujuan menemukan gigi berlubang atau karang gigi. Dokter gigi juga akan memeriksa kondisi gusi, lidah, jaringan mulut, hingga tanda-tanda yang mungkin berkaitan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Semakin dini suatu masalah ditemukan, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Diabetes bukan hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan gigi dan mulut. Gusi mudah berdarah, mulut kering, bau mulut yang tidak kunjung hilang, hingga luka di mulut yang sulit sembuh merupakan beberapa tanda yang patut diwaspadai.
Meskipun gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti diabetes, mengenalinya sejak dini dapat membantu kamu mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Jika kamu mulai mengalami perubahan pada kondisi gigi atau gusi, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan di Maesa Dental Clinic. Tim dokter gigi kami siap membantu mengevaluasi kesehatan gigi dan mulut kamu serta memberikan penanganan yang sesuai. Untuk mendapatkan informasi dan edukasi kesehatan gigi lainnya, ikuti juga Instagram Maesa Dental di @maesadental. Atau buat kamu yang mau RSVP ke Maesa Dental bisa langsung klik di sini.
Baca Artikel Lainnya: Bangun Tidur Mulut Terasa Bau? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari
Smile Connect dan Mae Care Program adalah layanan pendampingan kesehatan gigi yang personal, hangat, dan profesional.Temui kami di hari terbaik untuk senyummu
Karena kesehatan dan keamanan Anda adalah prioritas kami, kami hadir bersama mitra asuransi terbaik untuk menjaga setiap langkah Anda.
Ghea Youbi
Satisfied Patient"Aku habis perawatan Bleaching, memuaskan bangettt... hasilnya putih banget dan natural, setelah 3 hari jadi...